Minggu, 06 Oktober 2013

Ramalan nama dul di tabloid nova








Setelah pekan kemarin Priyashiva Akasa Dwijendra selaku Peramal Tarot dan Konsultan Spiritual memberikan terawangan, ramalan dan pandangan perihal nasib Dul anak Ahmad Dhani alias Abdul Qodir Jaelani pasca insiden tabrakan maut di Tabloid Nova edisi 16 - 22 September 2013 di halaman 5 bertajuk : " Priyashiva - Dul Tidak Ditahan " maka di pekan ini Priyashiva Akasa kembali memberikan ramalan dan terawangan lain berfokus pada ramalan nama Dul.

Priyashiva Akasa Dwijendra mengutarakan pandangannya terkait ramalan nama dan tanggal lahir Dul di Tabloid Nova edisi 30 September - 6 Oktober 2013 di halaman 6 bertajuk : " Dul Disarankan Ganti Nama." Pada ulasan kali ini, Priyashiva Akasa Dwijendra tidak hanya membahas seputar ramalan nama Dul saja namun juga menerawang dan meramalkan hubungan cinta kasih antara Mulan Jameela dan Ahmad Dhani. Ramalan jodoh dan cinta kasih antara Mulan Jameela dan Ahmad Dhani akan saya ulas lebih detail pada postingan artikel selanjutnya di blog ini.

Berikut ini cuplikan artikel Ramalan Nama Dul di Tabloid Nova tersebut:


" Dul Disarankan Ganti Nama "

Sementara menurut Priyashiva Akasa Dwijendra, paranormal yang menerawang lewat perhitungan nama, tanggal, dan tahun lahir, kenekadan Dul menyetir mobil padahal belum punya SIM, bisa jadi bawaan dari namanya. Dilihat dari nama panjangnya, kata Shiva, AQJ memiliki peruntungan yang cukup tinggi. Namun menjadi berat karena nama panggilannya Dul.

"Nama panggilan Dul membuat karakter anak ini jadi pemberontak, dominan, boros, suka menggampangkan keadaan, labil, mendua dalam bersikap, tak betah di rumah, dan cenderung keras kepala. Sifat negatif bawaan Dul jadi lebih menonjol," terang Shiva yang menyarankan agar panggilan Dul diganti dengan yang lebih selaras.

Sementara soal tanggal lahir Dul yang sama dengan ibu tirinya, Mulan Jameela, pada tanggal 23 Agustus, tak membawa pengaruh negatif. Hanya saja, kata Shiva, hal ini membuat Dul dan Mulan mengalami peristiwa dan pasang surut kehidupan yang sama. "Seperti di bulan September ini, keduanya mengalami tekanan dan nasib buruk yang bersamaan, namun dalam bentuk yang berbeda." Jika si Dul mengalami kecelakaan, Mulan lebih pada tekanan batin melihat suaminya akur dengan Maia.

Bicara soal hubungan Dhani dan Mulan, Shiva mendapat terawangan, usia pernikahan mereka tak bakal lama. Salah satu penyebabnya, adanya benturan karakter yang tak berjodoh dan terlalu banyak perbedaan. Mulan digambarkan sebagai sosok wanita yang aktif, serba bisa, pandai bicara, dominan dan tidak sabaran.

"Cepat atau lambat Mulan dan Dhani akan bercerai juga. Lebih disebabkan oleh perbedaan sudut pandang dan tak selaras dalam pola pikir serta karakternya. Direntang bulan Juli 2015 hingga Juli 2016 atau 2019, bisa terjadi perceraian antara Mulan dengan Dhani, dimana mereka berdua sudah pada ambang batas kesabaran masing-masing," beber Shiva.

Diwawancarai oleh wartawati Tabloid Nova : Isna.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Kamis, 03 Oktober 2013

Ramalan kecocokan jodoh dan rejeki







Kali ini saya hendak membahas perihal ramalan kecocokan jodoh dan rejeki dari sudut pandang spiritual. Ada beberapa aspek yang perlu kita pertimbangkan ketika kita mencari jodoh. Dalam adat jawa ada istilah kata bijak: tatkala kita mencari jodoh maka kita perlu mempertimbangkan bibit, bebet dan bobotnya. Dimana hal ini menyatakan bahwa kualitas bibit pasangan, nilai-nilai fisik dan material (bebet) serta bobot intelektual dan sifat sikap yang dimiliki pasangan menjadi tolok ukur terpenting.

Bibit dalam hal ini keturunan perlu dipertimbangkan sebagaimana telah dibuktikan oleh dunia kedokteran bahwasanya ada beberapa penyakit mental dan penyakit fisik yang bisa diturunkan kepada anak cucunya diantaranya: sifat pemarah, sakit jiwa, diabetes, jantung dan beberapa penyakit kanker. Bebet dalam arti hal-hal yang bersifat materi juga perlu diperhitungankan dimana kita hidup di dunia ini tidak bisa hanya hidup mengandalkan cinta dan nafsu belaka. Kebutuhan akan uang dan pekerjaan di dunia modern sudah menjadi kebutuhan dasar manusia. Sedangkan bobot yang terkait dengan masalah sifat sikap dan pola pikir menjadi landasan utama keharmonisan dan kebahagiaan jangka panjang.

Di dunia spiritual kecocokan bibit, bebet dan bobot tidak sekedar hanya dipertimbangkan dari apa yang nampak dari luarnya saja. Kecocokan jodoh idealnya menyangkut keseimbangan antara hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan, keharmonisan rumah tangga, rejeki bahkan hingga panjang pendek usia kehidupan pasangan. Metode ramalan kecocokan jodoh di dunia spiritual pada umumnya menggunakan perhitungan nama, tanggal, bulan dan tahun lahir serta hari weton kelahiran yang bersangkutan contohnya: ramalan primbon jawa. Beberapa ilmu ramalan lainnya ada juga yang memerlukan jam lahir seperti: horoskop atau ramalan bintang, Ba Zi/Peji dan numerologi. Ada juga metode ramalan jodoh lain dengan menggunakan ramalan tarot, i ching, dan sebagainya.

Cukup sulit memang untuk mendapatkan pasangan yang cocok secara keseluruhan. Dari pandangan saya, apabila kita memperhitungkan kecocokan jodoh melalui metode ramalan, setidaknya dari awal kita akan mampu mengambil sikap dan langkah penanganan terkait dengan kelebihan atau kekurangan suatu hubungan.

Salah satu contoh kasus, beberapa pekan yang lalu saya berkesempatan memberikan sesi konsultasi dan ramalan kepada seorang istri yang mengeluh perihal kesulitan ekonomi akibat hutang piutang yang datang silih berganti. Dia heran dan sempat menduga kondisi kesulitan ekonomi yang dia serta suaminya derita saat ini diakibatkan oleh guna-guna atau sumpah kutukan orang yang tidak suka dengannya. Padahal kondisi karir kedua suami istri itu bisa dibilang bagus, stabil dan progresif namun selalu saja rejeki yang mereka dapatkan cepat masuk cepat juga keluarnya.

Ketika saya perhitungkan dan analisa nama beserta tanggal bulan tahun lahir suami istri tersebut, saya temukan inti permasalahannya. Dari perhitungan secara ramalan dan terawangan spiritual, rejeki mereka berdua seharusnya bagus dan berbakat kaya. Namun sayangnya, mereka berdua memiliki beberapa sifat yang kurang kondusif dalam berumah tangga berupa: sama-sama keras, terlalu mandiri, konsumtif, hidup tanpa perencanaan, sulit bekerja sama dalam hal menata keuangan, tidak ada transparansi keuangan antara suami istri, boros, suka meremehkan keadaan dan uang dan terlalu berjiwa sosial tanpa perhitungan yang matang dalam memberikan bantuan. Secara cinta kasih dan sex, hubungan mereka sangat harmonis dan cocok namun mereka slalu bermasalah dengan kesehatan arus kas keuangan. Dalam kasus yang demikian, dalam pandangan saya selaku peramal tarot dan konsultan spiritual, tidak ada hubungannnya sama sekali dengan masalah guna-guna atau sumpah kutukan dari orang lain. Inti permasalahan mereka ada pada diri mereka sendiri, sikap mereka terhadap uang yang kurang bisa mengalokasikan pendapatan dengan bijak adalah sumber permasalahan utamanya.

Masalah sulit rejeki yang mereka alami ini murni kesalahan manusia (human error) bukan berasal dari guna-guna karena apa yang mereka alami ini bisa ditelusuri dan dianalisa secara logika. Sedangkan kasus-kasus aneh yang disebabkan oleh guna-guna biasanya sulit dinalar secara logika dan ajaib.

Berdasarkan ramalan dan perhitungan nama serta tanggal lahir mereka maka saya memberikan beberapa saran dan solusi diantara:
1. Apabila mereka punya uang dan rejeki berlebihan, disarankan agar membeli aset atau barang yang memiliki tingkat likuiditas tinggi seperti emas atau tanah.
2. Untuk keperluan anak maka harus diuatamakan proteksi asuransi pendidikan
3. Untuk tabungan aset berupa mobil atau rumah, mereka harus memaksakan diri kredit karena hanya dengan memaksakan diri kredit uang mereka bisa berwujud aset.
4. Mereka tidak disarankan bermain saham, forex atau bisnis yang bersifat spekulasi.
5. Mereka tidak disarankan menabung uang kas secara berlebihan karena hanya akan mendorong mereka berbelanja atau mengeluarkan uang tanpa perencanaan.

Masalah yang timbul dikarenakan oleh sifat dan sikap buruk memang paling sulit diselesaikan karena memerlukan tekad, kedisiplinan dan usaha yang keras untuk melakukan perubahan diri sendiri. Semua yang saya sarankan memang tidak semudah seperti yang dikatakan namun mereka harus bisa berubah jika mereka tidak mau hidup miskin dan menderita karena terlilit hutang dan senantiasa defisit keuangan.

Sepanjang pengalaman saya lebih dari 10 tahun sebagai peramal tarot dan konsultan spiritual, saya banyak menemukan inti permasalahan rumit yang tidak disadari oleh mereka yang tertimpa masalah hanya dengan menganalisa dan menerawang nama beserta tanggal bulan tahun lahirnya saja. Banyak yang terheran-heran karena tidak menyangka inti masalahnya sebenarnya sepele, ada juga yang sudah menyadari kesalahannya namun tidak mampu atau tidak berusaha merubah tabiatnya.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Sabtu, 21 September 2013

Ramalan nasib dul di tabloid nova

Priyashiva Akasa Dwijendra, Peramal Tarot dan Konsultan Spiritual hadir di Tabloid Nova edisi 16 - 22 September 2013 di halaman 5 bertajuk : " Priyashiva - Dul Tidak Ditahan ". Pada kesempatan ini Priyashiva Akasa memberikan pandangan dan terawangan berkaitan nasib Dul yang bernama lengkap Ahmad Abdul Qodir Jaelani, anak bungsu Ahmad Dhani terkait dengan insiden kecelakaan yang dialaminya pada hari Minggu tanggal 8 September 2013 di jalan tol Jagorawi KM 8+200. Berikut ini wawancara Tabloid Nova dengan Priyashiva Akasa Dwijendra :



" Priyashiva - Dul Tidak Ditahan "

Menurut Priyashiva Akasa Dwijendra, paranormal yang menerawang melalui perhitungan numerologi, nama, tanggal, bulan dan tahun kelahiran Dul yang lahir pada 23 Agustus 2000, memiliki kepribadian yang sensitif, berjiwa diplomatis, agak pemilih dalam bergaul, memiliki ketajaman firasat, ada bakat indigo, ekstrovert, keras kepala, idealis, mudah gelisah, mudah trauma, cenderung temperamental, pendendam dan pembosan.

"Jika dilihat dari segi karakter, antara Dul dengan ayahnya memiliki banyak perbedaan, sehingga tak mengherankan apabila Dul sudah beranjak dewasa mendahului usianya, dia akan menjadi anak pemberontak karena tekanan dan pola asuh dari sang ayah yang cenderung berubah-ubah dalam memberikan bimbingan dan arahan," beber Shiva. Yang membingungkan, lanjut Shiva, terkadang Dhani memberikan banyak larangan, namun kadang terlalu banyak memberikan kebebasan.

Sifat asli Ahmad Dhani yang cenderung menyukai kebebasan, dominan, otoriter, namun terkadang mendua dalam memutuskan suatu permasalahan, dinilai Shiva, sedikit banyak mempengaruhi karakter dasar yang dimiliki Dul di masa dewasanya kelak. Menurut Shiva, Dul merupakan korban salah asuh dari orang tua yang bercerai. Saran Shiva, jika dilihat dari karakter Dul, si bungsu ini lebih cocok berada dalam asuhan ibunya, Maia.

"Dibandingkan kedua kakaknya, Dul paling sensitif, dia peka dan cenderung rapuh. Saya melihat ada kegelisahan dan kegalauan dalam sifat asli Dul. Dimana sifat ini akan cenderung muncul di masa dewasanya kelak," kata Shiva. "Dampak perceraian orang tua sangat berpengaruh di bawah sadarnya. Terlebih lagi secara karakter antara Dul dan ayahnya sebenarnya tidak cocok."

Masih dalam penerawangan Shiva, setelah peristiwa nahas itu, nasib Dul akan menjadi lebih baik secara kehidupan pribadi. "Ada suatu hikmah yang akan membuat perubahan besar dalam kehidupan ibu bapaknya. Orang tuanya akan memperbaiki kehidupan cinta kasih ke anak-anak. Setelah kejadian ini Dhani akan berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan lebih bijaksana dalam bersikap di hadapan publik maupun terhadap orang-orang terdekatnya."

Bukan itu saja, dalam waktu dekat akan terjadi pembagian hak asuh anak secara proposional di antara Dhani dan Maia. "Dari pandangan saya, Dul tidak akan ditahan, namun ada suatu tindakan pembinaan dan terapi psikologis. Dul hanya akan menjadi semacam tahanan luar di bawah pengawasan pihak orang tua dan pihak tertentu saja."

Memang, kelak ada sedikit kecacatan fisik yang membutuhkan waktu tak sebentar untuk penyembuhannya. Kejadian yang dialami Dul ini akan membekas secara psikologis, yang nantinya bisa menjadi anak yang rendah diri, sensitif, dan tertutup. "Karena peka dan sensitif, anak ini akan merasa trauma. Sebaiknya dibimbing dan diterapi oleh ahli kejiwaan. Tindakan emosional yang lepas kendali ini, cenderung bisa terulang di masa mendatang, namun dalam bentuk tindakan agresif yang berbeda," tutupnya.

Diwawancarai oleh wartawati Tabloid Nova : Ibu Erni Koesworini.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Senin, 16 September 2013

Penyebab sifat boros







Sifat boros bisa dimiliki oleh siapa saja, tua muda, anak kecil hingga orang tua. Sifat boros ada yang disebabkan karena pola asuh yang salah, ada juga karena trauma dan bisa juga karena dorongan dari luar. Dari pengalaman saya sebagai peramal tarot dan konsultan spiritual, hampir sebagian besar klien saya yang memiliki sifat boros banyak disebabkan oleh dorongan rasa gelisah dan usaha pelarian dari suatu masalah. Dalam kata lain, klien saya boros ketika dia sedang stress dan depresi sehingga dengan berbelanja dan mengeluarkan uang tak terkendali bisa memberikan kepuasan dan ketenangan batin sebagai pelarian. Semakin kacau hati dan pikirannya maka semakin boros pengeluaran uangnya. Hal ini bisa dilihat dari barang-barang yang dibelinya biasanya barang yang tidak ada manfaatnya atau barang yang malah tidak diperlukannya. Kebanyakan orang seperti ini dinilai sebagai orang yang gila belanja, gila belanja karena stress.

Sifat boros bisa juga terjadi karena dorongan dari luar. Sifat boros yang semacam ini bertujuan untuk pencitraan dan membangun suatu image bahwa dirinya adalah sosok yang royal, dermawan dan baik hati. Biasanya orang-orang yang seperti ini kebanyakan adalah orang-orang yang kesepian. Mereka membutuhkan perhatian dengan cara membeli cinta kasih dan perhatian. Ironisnya orang yang dermawan karena pamer semacam ini, jika kita dengan sengaja meminta bantuan keuangan kepadanya maka dengan serta merta mereka menolak kemudian menjauh dan sifat aslinya akan keluar karena mereka merasa kita telah memanfaatkannya.

Setiap manusia memiliki sifat yang unik dan terkadang aneh. Salah satu contohnya, sifat boros ini juga bisa dimiliki oleh orang yang bersifat pelit. Orang pelit tapi boros, dua karakter yang bertolak belakang dalam satu jiwa. Bisa juga kita sebut sebagai manusia berkepribadian ganda. Sifat boros yang dimiliki oleh orang pelit bisa kita nilai dari cara penerapan uang yang mereka miliki. Orang pelit tapi boros biasanya mereka pelit jika berkaitan dengan kebutuhan orang lain namun jika pengeluaran itu untuk kepentingan pribadi, berapapun besarnya uang yang harus dikeluarkan bagi dia tidaklah suatu masalah. Contoh kasus: saya memiliki teman yang sangat hobi berbelanja baju ke hongkong dan singapore. Berbagai trend mode pakaian terbaru pasti dia ikuti dan dia beli, hobi yang mahal dan sekaligus pemborosan. Namun anehnya jika dia ini berurusan uang dengan orang lain; jangankan uang seribu, uang seratus perak pun dia permasalahkan. Contoh kasus aneh lainnya: saya memiliki saudara ipar, sebut saja si A, yang pelitnya sangat ekstrim namun juga boros. Dia bekerja di suatu perusahaan BUMN dengan gaji lumayan besar untuk seukuran anak muda seperti dia. Hobinya adalah membeli CD games dan mengkoleksi komik. Pernah suatu ketika dia membeli permainan lego untuk permainan anak umur 6-10 tahun berharga hampir 350 ribu. Dia membeli mainan lego itu didorong oleh rasa penasaran dan rasa suka belaka. Untuk hal-hal pribadi yang dia sukai, berapapun harganya dia mau keluarkan uangnya. Namun sifat pelitnya termasuk ekstrim. Hal ini terlihat untuk hal-hal yang sebenarnya remeh seperti contohnya ketika suatu saat istrinya menfotokopi KTP beberapa lembar, dia diberi kembalian berupa satu buah permen berhubung pegawai fotokopinya tidak punya uang receh 100 rupiah. Ketika istrinya sampai rumah, si A marah besar dan menyuruh istrinya mengembalikan permen itu ke toko fotokopi. Dia tidak mau tahu pokoknya uang 100 perak harus kembali.

Hidup di dunia ini hanya sementara saja, ibarat kata kita hidup hanya untuk sekedar menumpang minum. Kehidupan berjalan sangat cepat bagaikan mimpi. Alangkah bijaksananya jika kita hidup tidak terlalu berlebih-lebihan, jangan terlalu boros namun juga jangan terlalu pelit. Segala hal yang terlalu berlebihan tidaklah sehat dan baik bagi mental serta spiritual kita.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Kamis, 12 September 2013

Ramalan pernikahan Julia Perez Dewi Perssik Yuni Shara di GlobalTV




Priyashiva Akasa Dwijendra, Peramal Tarot dan Konsultan Spiritual meramalkan perkawinan beberapa artis selebritis Indonesia diantaranya: Julia Perez, Dewi Perssik, Anang dan Ashanty, Yuni Shara dan Raffi Ahmad dan Syahrini. Ramalan pernikahan ini disiarkan melalui acara Fokus Selebriti di GlobalTV pada edisi Rabu, 2 Januari 2013 yang lalu dalam rangka menyambut tahun baru.

Ramalan perkawinan Julia Perez menurut pandangan Priyashiva Akasa, akan terjadi kurang dari 2 tahun dari sejak tanggal wawancara tersebut disiarkan. Pada saat itu, Julia Perez yang banyak dikenal melalui film-film yang bergenre horror tengah digosipkan sedang menjalin hubungan cinta kasih dengan seorang pria ningrat dari kasultanan Solo. Namun menurut pandangan Priyashiva Akasa, pria itu bukan jodohnya. Sedangkan mengenai Dewi Perssik, Priyashiva Akasa meramalkan pula bahwasanya artis panas ini juga akan menikah dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun. Dewi Perssik pada saat itu pun sedang digosipkan tengah menjalin suatu hubungan dengan seorang pria pengusaha di Kalimantan. Priyashiva Akasa menyarankan agar sekiranya Dewi Perssik berhati-hati dalam memilih pasangan barunya karena dia berpotensi mengulang-ulang perceraian di masa depan cinta kasihnya.

Ramalan perkawinan antara Anang Hermansyah dengan Ashanty, dalam terawangan Priyashiva Akasa, hubungan cinta kasih mereka berdua lebih harmonis dan bisa saling melengkapi dibandingkan dulu ketika Anang menikah dengan Krisdayanti. Sedangkan dalam pandangan Priyashiva Akasa, jodoh Syahrini belumlah nampak pada saat itu.

Sedangkan perihal jalinan cinta kasih diantara Yuni Shara dengan Raffi Ahmad, Priyashiva Akasa berpandangan dan juga menyarankan agar hubungan mereka tidak perlu diteruskan karena pada dasarnya mereka tidak berjodoh. Apabila hubungan diteruskan dan dipaksakan maka di rentang tahun 2014 sekitar bulan Februari atau Maret 2014, hubungan mereka akan putus juga. Jikalaupun diteruskan ke jenjang pernikahan pun maka Yuni Shara dan Raffi Ahmad berpotensi untuk bercerai pada akhirnya.

Di dalam sesi wawancara gosip selebriti ini juga dikomentari oleh beberapa artis diantaranya Sherina Munaf, Fitri Tropica, Sule dan termasuk juga artis-artis yang bersangkutan. Anggap saja semua ini sebagai hiburan dan masukan, syukur-syukur bermanfaat bagi kita semuanya.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Selasa, 27 Agustus 2013

Sial karena selingkuh







Perselingkuhan dalam hubungan cinta kasih dan rumah tangga bisa terjadi karena berbagai faktor baik faktor internal maupun eksternal. Salah satu faktor internal diantaranya adalah karena hubungan cinta kasih yang tidak harmonis, komunikasi yang tidak sehat antar pasangan, perbedaan karakter dan lain sebagainya. Sedangkan faktor eksternal bisa timbul karena adanya godaan dari pihak ketiga akibat situasi dan kondisi yang memungkinkan terjadinya perselingkuhan. Namun kali ini saya tidak akan membahas perihal faktor perselingkuhan. Pada kesempatan ini, saya hendak berbagi pengalaman dan pelajaran hidup terkait dengan kesialan nasib akibat berselingkuh.

Tidak hanya sekali atau dua kali saja saya menemui kasus dimana seorang wanita maupun pria yang justru semakin sial hidupnya akibat berselingkuh dari pasangannya. Salah satu contoh yang hendak saya ceritakan kali ini merupakan suatu kasus dimana ada seorang pria, sebut saja bernama H, dia mengalami kemelut rumah tangga yang sudah lama namun sayangnya sulit untuk bercerai dengan istrinya. Istrinya, I, adalah sesosok wanita yang cemburuan, temperamental, terlalu sensitif, penuntut dan labil. Kehidupan rumah tangga secara sex dan komunikasi diantara H dan I sudah tidak ada kecocokan. Hampir setiap hari mereka slalu cekcok dan bagai hidup dalam lingkaran setan pertengkaran. Tak mengherankan apabila kemudian H berselingkuh dengan salah satu rekan kerjanya di kantor bernama A. Hubungan cinta kasih pelarian yang timbul karena situasi dan kondisi, bisa juga disebut sebagai cinta lokasi karena emosi. Hubungan ini semakin rumit karena A sendiri adalah istri orang. Si A juga mengalami kehidupan rumah tangga yang sama kacaunya dengan si H.

Bisa dibilang hubungan antara H dengan A adalah suatu bentuk hubungan cinta kasih yang lebih sial. Sial karena selingkuh, lepas dari mulut buaya kemudian masuk ke mulut singa. Mengapa demikian? Karena sifat A lebih parah dibandingkan karakter si I (istri H sendiri) dimana A ini merupakan sosok wanita yang dominan, bossy, suka menindas, tidak sabaran, kasar, materialistis suka memoroti dan pendendam. Sifat-sifat yang dimiliki oleh A adalah kebalikan dari sifat si I namun dalam konotasi sifat buruknya dimana si I terlalu lemah dan bergantung pada H sedangkan A terlalu keras dan berkuasa. Hubungan ini pada akhirnya membentuk dua lingkaran setan yang bersatu menjadi bentuk lain lingkaran setan kekacauan cinta kasih yang lebih rumit.

Ketika hubungan perselingkuhan H dan A terkuak oleh masing-masing pasangannya, terjadilah aksi balas membalas menggunakan jasa paranormal antara I (istri H) dengan si A hingga pada tingkatan yang ekstrim yakni saling mengirimkan santet dan guna-guna. Dalam kondisi terjepit, pada akhirnya H pun meminta bantuan paranormal.

Cinta pelarian yang dilakukan oleh H pada akhirnya hanya menambah masalah dan kesialan yang semakin rumit. Semua masalah bermuara pada diri H. Keinginan H untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik dan lebih membahagiakan justru yang dia dapatkan sesosok wanita yang lebih buruk.

Saya sarankan kepada H agar ada baiknya H ini memutuskan hubungan dengan A dan kemudian membereskan masalah rumah tangganya dimana semua berawal. Apabila dalam batas waktu yang telah ditentukan tetap saja tidak ada perubahan maka memang ada baiknya si H ini bercerai saja dengan istrinya demi kebaikan bersama. Jalan yang paling bijaksana dan lebih sehat menurut pandangan saya adalah dengan memutuskan A sekaligus juga dengan istrinya mengingat segala daya dan upaya untuk melakukan perbaikan telah maksimal namun hasilnya tetap nihil. Setelah memutuskan rantai permasalahan, baru kemudian H hendaknya memperbaiki diri, menata hati dan membereskan sikap mental menuju pendewasaan karena bagaimana pun juga konflik rumah tangga bisa terjadi karena andil dari kedua belah pihak. H tidak boleh menyalahkan semuanya kepada pasangannya.

Ada suatu masa dimana H harus membersihkan diri dan menstabilkan kehidupan pribadinya. Ketika nantinya H sudah bisa menenangkan hati dan pikiran, vibrasi dan energi spiritual yang dia pancarkan akan lebih bersih sehingga dengan demikian dia akan bisa menarik pasangan-pasangan yang lebih baik dan lebih sehat mentalnya. Selama H masih kacau dan gelisah maka vibrasi serta energi yang dia keluarkan hanya akan menarik wanita-wanita yang bermasalah karena orang yang bermasalah cenderung tertarik pada frequensi yang sama dengan pihak lain yang juga bermasalah. Demikian pula sebaliknya.

Hal-hal yang saya sarankan di atas memang tak semudah yang dikatakan untuk melakukannya, terutama karena semua ini berkaitan masalah hati dan perasaan. Namun hanya dengan tekad kuat yang dilandasi dengan kesadaran untuk berubah saja maka H bisa terlepas dari penderitaan akibat hubungan cinta kasih yang tidak sehat.

Semua ini memberikan pelajaran hidup yang berharga bagi kita semua bahwasanya pelarian yang didasari oleh hawa nafsu hanya akan menimbulkan kesialan dan penderitaan belaka. Apabila kita memiliki masalah, sebaiknya segera diselesaikan sampai tuntas. Pelarian hanya akan memperpanjang permasalahan. Apapun permasalahan hidup yang ada, sejatinya kunci penyelesaiannya ada di dalam diri kita sendiri.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Sabtu, 17 Agustus 2013

Ramalan nasib bisa dirubah






Ilmu Tuhan di dunia ini sangatlah Maha Luas. Kita sebagai manusia diberi kesempatan untuk mempelajarinya agar kita bisa memahami arti hidup sebagai manusia. Siapa yang memahami dan mengenal dirinya sendiri maka dia akan mengenal Tuhannya. Demikian pun dalam dunia ilmu ramal meramal, di dunia ini sangat banyak ragam dan jenisnya. Namun demikian, di dunia ini tetap saja tidak ada sifat yang sempurna. Demikian pun di dalam ilmu ramalan tak ada yang bersifat mutlak benar dan seratus persen akurat. Setiap ilmu pasti ada kelebihan dan kekurangannya.

Selama lebih dari 10 tahun pengalaman saya sebagai konsultan spiritual dan peramal tarot professional, saya telah menemui dan mempelajari beberapa ahli ramal meramal dan guru-guru spiritual. Tidak ada sedikit pun hasrat saya untuk menjajal mereka. Semua itu justru saya lakukan sebagai proses pembelajaran, menambah ilmu dan membuka wawasan baru di dunia spiritual. Ilmu satu dengan lain biasanya mampu saling melengkapi dan mengkoreksi kekurangan ilmu lain. Dari situ pula, saya menyadari bahwa di luar sana masih banyak orang-orang yang sakti, memiliki daya linuwih, rendah hati dan bahkan beberapa diantaranya ada yang memiliki kemampuan yang sulit dijelaskan oleh nalar manusia biasa.

Beberapa hari yang lalu, saya mendatangi seorang ahli pembaca garis tangan dan ahli Ba Zi/Pe Ji. Saya merasa takjub karena tingkat akurasinya sangat tinggi mencapai 90 persen (dalam asumsi 10 pertanyaan yang meleset hanya 1 saja). Ramalan garis tangan terbagi menjadi 2 bagian yakni : bagian pertama meramalkan usia 1 tahun hingga 35 tahun dimana hal ini bisa dilihat pada garis tangan dan garis pergelangan tangan sebelah kiri kita dan bagian kedua meramalkan usia 36 tahun hingga 70 tahun dimana hal ini bisa dilihat pada garis tangan dan garis pergelangan tangan sebelah tangan kanan. Sebagian besar ramalan yang peramal garis tangan itu sebutkan banyak yang tepat dalam hal masalah cinta kasih, rejeki, kejadian, kecelakaan, jodoh, rumah dan sebagainya. Dari hasil ramalan tersebut, saya mendapatkan begitu banyak pembelajaran dan hikmah yang tiada ternilai. Dari hasil kesimpulan menyeluruh dari ramalan garis tangan tersebut kemudian saya padukan dengan hasil ramalan dan analisa dari ilmu yang saya miliki sendiri sehingga secara garis besar kini saya memiliki suatu panduan khusus dalam bertindak dan bersikap.

Ada 2 ramalan yang membuat saya tersadar bahwa ternyata nasib itu bisa dirubah bila kita mau berusaha dan menyadari konsekuensinya. Dua ramalan yang telah saya rubah tersebut adalah ketika saya diramalkan bahwa di antara usia 22 tahun hingga usia 27 tahun seharusnya saya menikah dan ketika saya berusia di bawah 35 tahun seharusnya saya pernah berurusan 1 kali dengan pihak kepolisian. Di situ juga diramalkan apabila saya menikah di usia tersebut maka saya akan bercerai. Dimana kedua ramalan itu memang ada benarnya namun tidak terjadi, bukan juga meleset. Ramalan nasib yang bisa saya rubah adalah:

Ramalan pernikahan:
Ketika saya berusia 23 tahun, saya pernah dikejar-kejar seorang wanita yang berusia lebih tua namun berasal dari latar belakang ekonomi, pendidikan dan keluarga yang sangat jauh berada di bawah strata keluarga saya. Seluruh anggota keluarga besar tidak setuju. Saya sendiri juga tidak pernah menyayangi apalagi mencintai wanita tersebut karena pada dasarnya saya hanya berteman saja dengannya. Namun wanita itu dengan gigih mengejar saya, segala daya upaya dia lakukan bahkan dia sampai memakai jasa beberapa paranormal pulau seberang. Semua usahanya nihil karena pertahanan saya sangat kuat dan juga saya tidak pernah mencintai dia. Hal ini menunjukan bahwa ramalan garis tangan saya di usia 22 hingga 27 tahun seharusnya menikah namun jika dilakukan bisa bercerai sebenarnya benar terjadi. Namun berhubung saya mengambil tindakan yang berbeda pada saat itu maka pernikahan aneh tersebut batal terjadi. Hal ini menunjukan bahwa nasib sebenarnya bisa kita rubah.

Ramalan berurusan dengan polisi:
Ramalan garis tangan menyatakan bahwa di bawah usia 35 tahun, saya pernah 1 x berurusan dengan pihak kepolisian. Ramalan ini sebenarnya benar terjadi namun bisa saya rubah. Kejadiannya adalah sebagai berikut: Ketika saya berusia 33 tahun, ada suatu kejadian dimana kartu kredit saya pernah dicuri oleh pegawai resepsionis di kantor hingga dia berhasil menggunakannya sebesar 2,5 juta untuk membeli cincin emas. Pihak bank penerbit mengambil tindakan tegas terhadap orang itu sedangkan saya menekan pihak HRD agar mengambil tindakan tegas pemecatan atau jika tidak saya akan melaporkan ke pihak kepolisian. Orang itu pada akhirnya dipecat dan saya tidak memperpanjangan masalah. Dengan demikian, saya pun tidak melibatkan polisi untuk menyelesaikan masalah ini. Ramalan berurusan dengan polisi bisa terjadi apabila pada saat itu saya emosi dan melaporkan pencuri itu ke polisi. Namun saya bertindak dengan cara yang berbeda. Hal ini menunjukan bahwa nasib bisa saya rubah dengan cara saya mengambil tindakan yang lebih bijaksana dan berhati-hati ketika peristiwa itu terjadi.

Hasil pembelajaran sangat penting dari kunjungan saya ke tempat peramal garis tangan tersebut adalah: bahwasanya nasib bisa kita rubah asalkan kita mau berusaha dan mengambil tindakan serta sikap yang benar. Demikian pun ramalan nasib masih bisa kita rubah bilamana kita menyadari sepenuhnya konsekuensi dan hasil yang akan terjadi sedari awal sebelum semuanya terlambat dan terjadi. Sejatinya hidup ini adalah pilihan, sebelum Tuhan memberikan suatu bentuk nasib sesungguhnya Tuhan memberikan beberapa pilihan kepada kita. Disadari atau tidak, banyak masalah dan nasib sial kebanyakan adalah hasil pilihan kita yang salah di masa lalunya.

Ramalan selalu saya jadikan sebagai bentuk lain suatu gambaran nasib atau bimbingan/guidance, bukan suatu hal yang saya anggap pasti terjadi. Karena saya yakin dan bahkan saya sendiri sudah membuktikannya bahwa nasib bisa kita rubah. Nasib adalah suatu pilihan. Dengan mendapatkan suatu gambaran, suatu peringatan atau suatu bimbingan yang terkait masa depan, saya mampu memperhitungkan langkah-langkah dan tindakan apa saja yang diperlukan sebagai persiapan.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Sabtu, 03 Agustus 2013

Jalan setapak spiritual






Spiritual dan religius bagaikan dua sisi dari sebuah keping mata uang, nampak berbeda namun berada dalam satu kesatuan. Spiritual lebih bersifat universal dan tanpa paksaan dimana sebagian besar orang salah mengerti menyamakan spiritual dengan hal-hal yang berbau mistik dan klenik. Sedangkan religius bersifat dogmatik, memerlukan kedisiplinan dan menganut belief system mutlak. Namun pada hakikatnya baik spiritual maupun religious sama-sama mengarah pada Tuhan yang sama.

Beberapa waktu yang lampau, pada suatu sesi konsultasi ramalan tarot saya bertemu dengan seorang klien yang meminta saran dan pandangan perihal arah serta pilihan manakah keyakinan yang sesuai dengan dirinya. Suatu pertanyaan yang sensitif dan juga rumit. Dia seorang anak muda berusia awal 20 an yang dilahirkan dari sebuah keluarga yang cukup religious sehingga secara otomatis agama yang dia anut pada saat ini adalah agama yang bersifat turun temurun. Namun sayangnya, dia merasa tidak nyaman dan tidak cocok dengan keyakinan agama turunan yang saat ini dia jalani. Dia menilai bahwasanya agama yang dia anut saat ini begitu banyak ajaran-ajaran yang bersifat kontradiktif, agresif dan menilai segala sesuatunya mutlak berwarna hitam putih. Dia memiliki begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab akan kebenaran agamanya. Dia pun sudah mencoba melakukan perbandingan dengan beberapa ajaran agama lain namun sayangnya, dia menilai semuanya hampir sama. Menurut pandangan saya sendiri, dia adalah sesosok anak muda yang cerdas namun masih labil maka tak heran apabila dia nampak begitu kritis dan sangat sensitif.

Sebagai seorang konsultan spiritual, saya tidak memiliki kapasitas dan juga bukanlah hal yang bijaksana bagi saya untuk menyatakan agama mana yang paling benar. Saya sarankan kepada dia agar tidak terburu nafsu menentukan pilihan jika dia memang belum siap benar. Saya sarankan agar dia memperluas wawasan pengetahuan ajaran spiritual maupun religious dengan cara memperbanyak membaca buku-buku karya Rumi, Ajahn Bhram, Anthony De Mello, Osho, Dalai Lama, Karen Armstrong, Thich Nath Hanh, Krisnamurthi dan semacamnya. Atau dia juga bisa membaca buku-buku filosofi agar dia lebih memahami arti kehidupan dan ketuhanan dari sudut pandang yang lebih kritis. Bisa juga dia membaca novel-novel bernuansa spiritual seperti karya James Redfield atau Paulo Coelho dan semacamnya. Wawasan yang luas akan memberikan pencerahan dan pemahaman yang mendalam agar dia kelak tidak terjebak pada suatu paham fanatisme buta. Saya yakin apabila hati dan pikirannya sudah siap maka suatu saat nanti jalan serta arah yang sesuai dengan panggilan jiwanya akan terlihat lebih jelas.

Fanatisme muncul akibat ego diri berlebihan, wawasan sempit tertutup dan juga keras kepala sehingga yang bersangkutan merasa diri paling benar sedangkan pihak lain yang berbeda pasti salah. Mereka yang fanatik merasa diri paling pintar padahal bagi saya merekalah justru yang paling bodoh, buktinya mereka dengan begitu mudah diprovokasi dan dicuci otak melalui paham-paham kaku tendensious yang menyebabkan logika mereka mati rasa. Paham fanatisme bisa menimpa siapa saja dan dari kalangan manapun baik ilmuwan, politikus, ahli agama bahkan atheis pun ada. Hanya dengan memperluas pandangan terang dan membuka diri terhadap berbagai pengetahuan maka seseorang akan bisa mendapatkan kebijaksanaan.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------