Kamis, 21 Juli 2011

Dzikir untuk meningkatkan kesadaran





Gambar : Shadowscape Tarot


Dzikir secara etimologi (asal usul kata) berarti : ingat. Jika dikaitkan dalam hal religius spiritual maka arti dari dzikir sendiri bisa berarti sadar diri akan keberadaan Tuhan Semesta Alam. Dalam prakteknya ada beberapa jenis dzikir, salah satunya yang biasa saya lakukan adalah dengan mengingat asma Allah yang berjumlah 99.

Dzikir itu sendiri jika dilakukan dengan fokus konsentrasi penuh dan niat kuat maka akan mampu meningkatkan kesadaran diri dan ketajaman mata batin. Kesadaran terhadap ketuhanan akan bertumbuh sekaligus juga akan terjadi peningkatan sikap awas dalam menjalani hidup dan peka terhadap lingkungan, sesama manusia maupun makluk lain ciptaanNya sebagai hasil prosesi dzikir.

Cara berdzikir pada umumnya dilakukan dengan 2 cara yakni dengan menderas asma-asma Allah secara pelan, khusuk serta mendalami maknanya dan ada juga dengan cara menderas asma-asma Allah dalam jumlah ratusan bahkan ribuan kali dengan lafal yang cepat dimana tak jarang proses ini bisa menyebabkan kita mengalami suatu kondisi trans. Di samping itu, apabila salah satu dari dua cara tersebut dilakukan dengan teratur, benar dan dilandasi dengan niat kuat maka kita pun bisa memasuki kondisi alpha atau kondisi relaksasi dengan mudah. Ada suatu kenyamanan dan ketentraman batin tertentu sesudahnya.

Dzikir bisa digolongkan sebagai bentuk lain dari meditasi aktif dimana tujuan utama dari dzikir adalah timbulnya sikap awas waspada dan senantiasa eling.

Priyashiva Akasa Dwijendra sebagai Peramal Tarot dan Konsultan Spiritual melakukan pendekatan yang berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan wanita atau pria yang berkonsultasi dengan ramalan tarot. Namun demikian, untuk mendapatkan hasil yang seimbang dan akurasi yang tinggi maka Priyashiva Akasa biasanya menggunakan metode analisa kejiwaan yang digabungkan dengan teknik terawangan menggunakan intuisi atau indera ke 6. 

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Rabu, 20 Juli 2011

Peramal yang agnostik atheist




Gambar : Rock Art Tarot


Di dalam artikel yang saya tulis sebelumnya, telah dibahas mengenai perbedaan antara Agnostik dan Atheist. Meskipun sebenarnya serupa tapi tak sama, perbedaan yang dimiliki keduanya pun sangatlah tipis. Namun secara singkat bisa diartikan bahwasanya Atheist adalah suatu paham yang tidak mempercayai adanya Tuhan sedangkan Agnostik adalah suatu paham dimana lebih mengutamakan akal sehat, penjelasan ilmiah dan juga pemahaman mendalam sebelum seseorang itu mau mengakui adanya Tuhan. Paham Agnostik bisa juga berarti suatu paham dimana seseorang percaya adanya Tuhan namun memilih untuk tidak peduli dan tidak mau terikat oleh dogma/aliran agama atau kepercayaan apapun, hidupnya didasarkan pada akal sehat dan berlandaskan pada falsafah kehidupan murni.

Dalam menjalankan praktek konsultasi ramalan tarot dan konsultasi spiritual, ada banyak cara pendekatan yang dilakukan oleh si peramal baik secara : psikologis, ilmiah, logika, religius, metafisik spiritual dan juga pendekatan secara filosofis. Dalam kaitannya Agnostik dan Atheist, ada beberapa rekan peramal profesional yang memilih jalur Agnostik sebagai landasan hidup dalam menjalankan profesinya sebagai peramal profesional. Sesi konsultasi dan ramalan yang disampaikan oleh peramal agnostik (atau terkadang juga atheist) berdasarkan falsafah murni dan analisa logis serta bebas dari pengaruh ajaran atau dogma agama tertentu. Mereka memilih independent/Mandiri dari pengaruh semua ajaran agama atau kepercayaan.

Bagi orang awam banyak yang bingung dan menganggap kontradiktif dalam memahami paham agnostik atheist yang dianut oleh seorang peramal namun bagi orang-orang yang berkecimpung dalam dunia filsafat hal tersebut dimungkinkan terjadi. Bagi peramal agnostik atheist, mereka mengedepankan pemahaman real/nyata, logis analisis dan bisa dijelaskan secara ilmiah apa yang mereka lihat dari ramalan mengacu pada nilai-nilai falsafah kehidupan nyata.

Saya pribadi dalam menjalankan praktek konsultasi ramalan, sepenuhnya saya berlandaskan pada metafisik spiritual dimana doa, ibadah dan campur tangan Tuhan Semesta Alam merupakan aspek terpenting bagi pedoman hidup.

Adalah suatu kebebasan penuh bagi setiap pelaku profesional untuk memilih paham kehidupan karena sejatinya semua itu adalah hak azasi masing-masing orang. Hasil konsultasi ramalan juga tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh paham-paham yang dianut oleh si peramal professional tersebut. Benar atau salah di dalam kehidupan ini seringkali bersifat relatif. Benar di suatu ruang lingkup maka belum tentu benar di lingkup yang lainnya. Perdebatan pastilah ada karena pola pikir manusia amatlah beragam.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Selasa, 19 Juli 2011

Apakah ramalan bisa diubah dan berubah?




Gambar : Rock Art Tarot


Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan sebuah pertanyaan dari salah satu klien, si A, yang isinya cukup menggugah perasaan dan pikiran. Pertanyaan tersebut adalah : " Apakah ramalan bisa berubah dan dirubah oleh kita? "

Kemudian saya pun menjawab : " Ramalan baik itu berupa ramalan tarot maupun ramalan jenis lainnya tentu saja bisa dirubah dan berubah karena pada dasarnya ramalan itu bukanlah suatu kepastian namun lebih mengarah pada sebuah gambaran serta bersifat bimbingan (guidance) dalam suatu proses menerjemahkan kode-kode kehidupan di masa depan. Cara mengubah ramalan yakni dengan merubah mindset (pola pikir) dan cara kita merespon ramalan tersebut. Apabila ramalan tersebut kita respon dengan semangat positif optimis dan kemudian mengambil sikap tindakan proaktif maka biasanya ramalan akan berubah menjadi suatu proses pembelajaran hidup yang memberdayakan (empowerment)."

Sebenarnya tidak hanya ramalan yang bisa diubah dan berubah, nasib dan takdir kita pun bisa berubah. Nasib maupun takdir bisa diubah serta berubah bila kita bersedia berusaha secara duniawi dan ditopang dengan doa, ibadah demikian juga membuka jalur komunikasi dua arah dengan Tuhan Semesta Alam. Bagi beberapa ahli spiritual tingkat tinggi, proses merubah takdir maupun nasib bisa berjalan dengan cepat melalui ritual lelaku spiritual tertentu.

Inti kata, semua yang terjadi di dunia ini tidaklah bersifat permanen dan konstan. Ada suatu proses perubahan dinamis yang mana aspek-aspek yang melingkupi kehidupan baik secara materi maupun non-materi bisa dirubah dan berubah. Selama kita bisa menyelaraskan diri dengan perubahan maka kita pun bisa merubah hal-hal yang melekat pada diri kita.

Namun sayangnya, klien saya si A ini, dia menyampaikan pertanyaan tersebut berkaitan dengan pasangan hidup dia dimana si A ini menginginkan pasangannya untuk berubah sesuai dengan keinginan dan harapannya. Proses perubahan yang demikian tergolong sulit karena seseorang bisa berubah bila orang yang bersangkutan sendirilah berniat untuk berubah sedangkan pihak lain hanya bisa mendorong dan menghimbau namun tidak bisa memaksakan perubahan. Selama sifat dan prilaku pasangannya tidak berubah maka secara keseluruhan pasangan tidak akan berubah juga.

Maka dari itu, saya menyarankan agar si A dulu yang harus melakukan intropeksi diri dan melakukan perubahan. Perubahan nasib dan hidup hanya bisa terjadi bila perubahan dimulai dari diri sendiri terlebih dulu. Si A tidak boleh hanya bisa menyalahkan pasangan maupun kondisi karena ketidakharmonisan yang dia alami. Cara orang lain merespon dan bersikap terhadap diri kita sejatinya adalah cerminan dari sikap dan prilaku yang kita berikan kepada mereka.

Saya yakin apabila si A berubah secara lebih positif dan bijaksana maka pasangannya pun kecenderungan besar akan ikut berubah. Namun apabila si A sudah berubah menjadi lebih baik namun pasangannya tetap sama saja prilakunya maka itu pertanda bahwa sudah saatnya bagi dia itu memutuskan tali perjodohan karena upaya keharmonisan yang dilakukan akan gagal total apabila tidak ada keseimbangan dalam memberi dan menerima dari kedua belah pihak.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Senin, 18 Juli 2011

Ramalan Priyashiva Akasa tentang gunung berapi di Metro Pagi MetroTV






Gambar : Gunung Lokon




Pada tanggal 2 Januari 2011 hari Minggu pagi, Priyashiva Akasa Dwijendra selaku Peramal Tarot dan Konsultan Spiritual Professional berkesempatan menjadi narasumber di acara Metro Pagi di MetroTV dalam rangka menyambut awal tahun baru 2011. Dalam sesi acara tersebut Priyashiva Akasa menyampaikan beberapa ramalan diantaranya adalah : akan ada 1 gunung berapi yang akan meledak di tahun 2011 dan bencana banjir akan banyak berkurang setelah melewati bulan Maret 2011. Dua ramalan tersebut telah menjadi kenyataan dimana memang bencana banjir yang banyak melanda beberapa propinsi di Indonesia di tahun 2010 mulai banyak berkurang kejadiannya. Sedangkan mengenai satu gunung berapi yang akan meledak di tahun 2011 pun juga telah menjadi kenyataan yakni dengan terjadinya erupsi dan ledakan Gunung Lokon di Timohon Sulawesi Utara yang mulai menggeliat pada tanggal 11 Juli 2011. Untuk menyegarkan ingatan, berikut ini cuplikan sesi acara Metro Pagi di MetroTV tersebut :





Hingga artikel ditulis oleh Priyashiva Akasa Dwijendra, letusan gunung Lokon masih aktif terjadi dan melontarkan semburan abu vulkanik hingga setinggi 600 meter sehingga daerah evakuasi diperluaskan dan zona bahaya ditetapkan sejauh 3,5 KM dari gunung Lokon.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Selasa, 12 Juli 2011

Agnostic dan Atheism




Gambar : Vertigo Tarot


Di Indonesia istilah Agnostic/Agnostik masih belum begitu bisa dipahami sehingga seringkali orang awam menilai bahwa Agnostik sama dengan Atheist padahal sejatinya kedua hal tersebut serupa tapi tak sama.

Istilah Atheist di Indonesia sudah banyak dikenal terutama di era orde lama dimana pada masa tersebut keberadaan partai komunis diidentifikasikan sebagai partai atheis (tidak percaya adanya Tuhan) sehingga istilah tersebut sudah banyak dipahami oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bagi kita yang lahir setelah era orde lama, kita telah sedikit banyak mempelajari pengertian atheist dari pelajaran sejarah, pendidikan agama dan moral. Paham atheist sendiri tidak ada kaitannya dengan paham politik tertentu, menjadi atheist adalah hak masing-masing individu sehingga sifatnya lebih personal.

Sedangkan mengenai Agnostik itu sendiri, istilah ini masih cenderung baru di telinga kita. Semenjak terjadinya era reformasi di Indonesia, era kebebasan berpendapat dewasa ini mendorong orang-orang yang memiliki paham agnostik dan atheist secara terang-terangan mulai berani menunjukan eksistensinya meskipun kebanyakan masih menggunakan media internet dalam menyampaikan hak dan pandangannya.

Adapun istilah Agnostic/Agnostik merupakan sebuah istilah yang bisa dibilang abstrak dalam penjabarannya namun jika kita hendak menterjemahkan dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami maka istilah ini bisa diartikan sebagai : Seseorang yang menyadari adanya keberadaan Tuhan atau Dewa atau entitas yang Maha Tinggi namun dia memilih untuk tidak peduli sehingga secara independent dia memilih untuk tidak menganut pada ajaran agama atau keyakinan tertentu.

Ada juga pengertian lain istilah Agnostic/Agnostik yang menyatakan bahwasanya tidak mungkin bagi manusia untuk bisa mengerti dan mengetahui bahwa Tuhan, Dewa/Dewi atau Entitas Tertinggi itu memang ada.

Kaum religius, mereka menggunakan dasar dogma dan ritual dalam menyikapi kehidupan. Sedangkan kaum spiritual menggunakan pendekatan metafisik dan tafakur. Lain halnya bagi seorang Agnostik, mereka mengutamakan akal pikiran/logika dalam menilai dan menyikapi segala aspek kehidupan serta dalam menyelesaikan permasalahan pun mereka cenderung menggunakan pendekatan filosofis dan ilmiah.

Di dalam wikipedia dijabarkan bahwasanya Agnostic/Agnostik memiliki beberapa jenis antara lain :

Agnostic Atheism
Seorang Agnostic Atheism tidak mempercayai akan adanya Tuhan, Dewa/Dewi atau Entitas Tertinggi dan dia juga tak menyatakan tahu akan keberadaan Tuhan, Dewa/Dewi.

Agnostic Theism
Seorang Agnostic Theism meskipun dia tidak menyatakan tahu/paham tentang keberadaan Tuhan, Dewa/Dewi atau Entitas Tertinggi namun dia percaya bahwa Tuhan, Dewa/Dewi atau Entitas Tertinggi ada dan memilih untuk tidak peduli

Agnostisme Apatis/Pramagtis
Suatu pandangan yang menyatakan bahwasanya tidak ada bukti akan keberadaan atau ketidakberadaan Tuhan, Dewa/Dewi atau Entitas Tertinggi namun semenjak Tuhan, Dewa/Dewi atau Entitas Tertinggi yang dianggap ada nampaknya Tuhan, Dewa/Dewi atau Entitas Tertinggi tersebut tidak peduli dengan alam semesta maupun kesejahteraan penyembahnya maka pertanyaan yang berkaitan dengan kepercayaan akan adanya Tuhan, Dewa/Dewi atau Entitas Tertinggi secara luas & akademis bisa dipertanyakan/diperdebatkan.

Ignostisme
Suatu perdapat yang menyatakan bahwasanya definisi yang masuk diakal tentang ketuhanan harus dikedepankan sebelum pertanyaan akan keberadaan Tuhan dapat didiskusikan secara lebih mendalam. Apabila acuan definisi tersebut tidak masuk diakal maka seorang ignostis akan mengacu pada pandangan nonkognitis dimana keberadaan Tuhan tidak berarti atau secara empiris tak bisa teruji. Inti kata : seorang Ignotis mengedepankan suatu penjelasan yang masuk diakal tentang keberadaan Tuhan. Bila tidak ada suatu acuan logis yang bisa menjelaskan bahwa Tuhan itu ada maka seorang ignostis menganggap Tuhan itu memang tidak ada.

Agnostik Keras
Seorang Agnostis garis keras berpendapat bahwa baik dirinya sendiri maupun orang lain tidak mungkin tahu atau tidak mungkin bisa memahami bahwa Tuhan itu ada.

Agnostik Lunak
Seorang Agnostis garis lunak dia baru akan percaya adanya Tuhan bilamana ada sebuah bukti logis yang bisa menunjukan kepadanya bahwa Tuhan itu memang ada.

Jadi dari artikel yang singkat ini, bisa diambil intinya bahwasanya perbedaan tipis antara Agnostik dan Atheis adalah : Bagi seorang Agnostik, mereka memilih tidak peduli meskipun Tuhan itu ada atau mereka membutuhkan penjelasan yang masuk diakal untuk memahami hakikat keberadaan Tuhan dari sudut pandang filosofis dan ilmiah. Sedangkan bagi seorang Atheist, mereka tidak percaya dan juga tidak peduli akan keberadaan Tuhan meskipun mereka menemukan bukti, alasan maupun penjelasan masuk diakal tentang ketuhanan karena bagi seorang Atheist konsep ketuhanan itu secara absolut tidak ada.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Minggu, 26 Juni 2011

Peramal Tarot Priyashiva Akasa di Koran Kontan

Pada edisi hari Sabtu tanggal 4 Juni 2011, Priyashiva Akasa Dwijendra Peramal Tarot dan Konsultan Spiritual, berkesempatan menjadi narasumber untuk media massa koran Kontan. Setelah di tahun 2010 Priyashiva Akasa juga sempat sebelumnya diliput di media massa Tabloid Kontan. Artikel bertajuk :

Profesi Motivator Fortune Teller
Dicari di Tengah Kekawatiran Akan Masa Depan





Foto :
Priyashiva Akasa Dwijendra




Di dalam artikel tersebut, Priyashiva Akasa Dwijendra memberikan beberapa pandangan dan tips selaku peramal tarot profesional. Berikut ini cuplikan pendapatnya dalam artikel tersebut :

Namun, hal penting yang harus dimiliki oleh para peramal tarot adalah pikiran yang terbuka dalam mempelajari sistem peramalan tarot. " Tingkat kecerdasan spiritual juga sangat menentukan derajat pemahaman makna dan filosofi yang terkandung dalam ramalan kartu tarot," terang Priyashiva Akasa Dwijendra atau yang lebih akrab dipanggil Shiva.

Pengetahuan tersebut dikombinasikan dengan kepribadian yang tidak fanatik pada ajaran tertentu, berpikiran terbuka, memiliki daya intuisi dan analisa yang peka. Mereka juga harus belajar akan simbol-simbol kehidupan.

Sebuah artikel yang singkat padat namun sangat menarik sebagai tambahan wawasan bagi anda yang penasaran dengan ramalan tarot & profesi peramal tarot profesional.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Kamis, 23 Juni 2011

Ramalan tarot horoskop juni 2011





Gambar : Vertigo Tarot



Setelah sekian lama sempat vakum maka mulai bulan Juni 2011 ramalan tarot horoskop berdasarkan 12 zodiac di www.indotarot.com kembali di update. Bagi anda yang penasaran ingin mengetahui ramalan nasib anda dari sudut ramalan tarot horoskop, silakan kunjungi www.indotarot.com atau anda bisa mengklik link di bawah ini sesuai dengan zodiac anda :

Ramalan tarot horoskop 12 zodiac untuk tahun 2011 di www.indotarot.com juga sudah diperbaharui, bagia anda yang ingin mengetahui gambaran nasib sepanjang tahun 2011 anda bisa berkunjung ke situs ramalan tarot Priyashiva Akasa Dwijendra di www.indotarot.com

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Rabu, 22 Juni 2011

Hidup Penuh Kesadaran Mindfullness






Beberapa pekan yang lampau saya beserta teman menonton film berjudul The Limitless (Tanpa Batas), sebuah film action-science fiction produksi Hollywood yang dibintangi oleh Bradley Cooper & Robert Di Niro.

Di dalam film tersebut menceritakan seorang penulis bernama Edward 'Eddie' Morra (diperankan oleh Bradley Cooper) yang hidupnya berubah total dalam sekejap dari seorang pencundang menjadi seorang pemenang mutlak dalam kehidupan setelah mengkonsumsi sebuah obat yang bernama NZT. NZT adalah sebuah obat ilegal yang bersifat adiktif namun memiliki manfaat bisa mengaktifkan 100 persen kemampuan otak manusia, dimana dalam film tersebut dinyatakan pula bahwasanya manusia pada umumnya hanya memberdayakan 20 persen saja dari total kemampuan otak manusia.

Segera setelah Edward 'Eddie' Morra (Bradley Cooper) mengkonsumsi obat NZT ini maka terjadilah perubahan dratis cara pandang, gaya hidup & cara berpikirnya karena zat adiktif NZT telah berhasil mengaktifkan 100 persen fungsi sel-sel otaknya. Cara berpikirnya menjadi lebih jernih. Sudut pandang pun menjadi lebih detail & cermat. Gairah hidupnya meningkat tajam. Alhasil dalam waktu sekejap prestasi demi prestasi luar biasa yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang jenius, dia pun dapat melakukannya.

Pelajaran inti dari film tersebut sebenarnya adalah : Untuk meraih keberhasilan hidup secara penuh maka semua itu akan sangat bergantung dari setting pikiran kita. Jika setting pikiran kita berubah maka kehidupan kita pun akan berubah. Namun untuk merubah setting pikiran memang diperlukan suatu cara.

Sebuah film action-science fiction yang menghibur & berakhir dengan happy ending. Namun demikian, saya di sini bukan bermaksud untuk membahas secara mendalam jalan cerita film The Limitless tersebut. Saya hendak berbagi pengalaman karena ada beberapa hal menarik dimana kita pun bisa meraih kesadaran & prestasi serupa namun prosesnya dilakukan dengan cara yang lebih logis & berbeda dibandingkan yang ada di dalam film tersebut.

Untuk membuat diri kita mampu berpikir tenang, jernih, detail dan penuh kesadaran bisa kita peroleh tanpa harus membuat & meminum obat adiktif. Kita bisa mencapai suatu kesadaran penuh/mindfullness dengan melakukan meditasi/semedhi.

Meditasi yang dilakukan secara rutin, disiplin, teratur & terlatih pun bisa memampukan kita untuk memaksimalkan semua potensi terpendam di dalam diri. Cara berpikir & melihat menjadi lebih awas bisa terwujud berlandaskan suasana hati yang tenang serta tidak mudah gelisah sebagai hasil manfaat bermeditasi. Kesadaran penuh membuat perjalanan roda kehidupan menjadi melambat sehingga kita bisa menganalisa lebih mendetail. Dengan demikian, setting pikiran kita pun akan berada sepenuhnya dalam kendali kita sendiri sehingga untuk merubah setting pikiran prosesnya menjadi lebih mudah.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------